Senin, 10 Juni 2013

Mengapa kau pergi dan menghilang begitu saja?

Disini, dikamar ini, di atas kasur ini aku slalu menunggu sms darimu. Setiap hari. Bukan! Tapi setiap detik, seperti orang yang tak berguna yang selalu dan selalu menunggu sms dari mu seperti hari biasanya. Tapi mengapa? Belakangan ini kau tak pernah mengirimi ku pesan singkat (lagi), berbagi cerita denganku, tertawa bersamaku. Kau tampak seperti ingin menjauhiku, sebenarnya apa salahku padamu?

Setiap detik aku selalu menatapi layar handphone yang ku genggam ini, mungkin saja akan ada sms darimu, tapi ternyata perkiraanku salah. Itu hanya sebuah harapan kosong. Bolehkah aku bertanya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padamu melihat kau menghilang dengan begitu saja. Mengapa kau begitu jahat padaku? Kau membuatku secara perlahan-lahan menyukai dirimu dan akhirnya kau campakkan perasaanku. Begitu kejamnya perlakuanmu terhadap perasaanku, tapi mengapa aku masih saja menunggumu? Kembalilah! Sms aku. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Tentang aku yang mulai jatuh cinta padamu, tentang hatiku yang hancur saat kau meninggalkan diriku dan tidak mau bertanggung jawab terhadap perasaan ini. Ayolah kembali. Aku mohon. Bukankah kau menginginkan hatiku? Aku tlah memberikannya untukmu, tapi mengapa kau masih tak ingin kembali?

Bolehkah sekali lagi aku menanyakan hal yang sama padamu?

Mengapa kau pergi meninggalkanku dengan perasaan ini? Apakah kau pergi meninggalkanku karena kau telah menemukan wanita yang lebih cantik dariku? Ataukah karena kau tlah menemukan wanita yang lebih bisa memahami apa yang sebenarnya kau inginkan? Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaan mu. Aku benci dengan kata 'menunggu'. Satu kata yang membosankan, satu kata yang membuat diriku seperti orang bodoh. Mengapa kata menunggu itu harus terjadi pada diriku?!

Tuhan, jika aku dan dia harus terpisahkan dengan begini menyakitkannya mengapa kau mempertemukan kami?
Tuhan apakah kau mendengarku? Aku begitu menyukai dirinya, dan aku begitu mencintainya setelah dirimu Tuhan. Aku mohon berikan aku kebahagiaan. Aku jenuh dengan kesendirian Tuhan. Dan di saat dia datang aku mulai merasa bahagia, dan disaat itulah aku mulai merasakan getaran aneh yang akhirnya berubah menjadi cinta. Tuhan kau benar. Cinta itu indah tapi menyakitkan.
Tuhan, aku memohon sekali lagi padamu bawa dia kembali padku, biarkan dia memberiku kebahagiaan dan cinta setelah cinta dari mu Tuhan:')

Tidak ada komentar:

Posting Komentar