Marah? Ya tentu saja aku marah. Siapa yang tidak marah jika kekasihnya masih saja berhubungan dengan mantannya. Kau pikir aku manusia yang begitu bodoh sehingga kau dengan mudahnya membohongiku. Mungkin pemikiranmu benar. Aku memang wanita yang bodoh, terlalu bodoh untuk mencintaimu. Tapi aku tak pernah menyesal tlah mencintaimu walau sesering apapun kau melukai hatiku tak pernah sedikitpun merubah persaanku padamu.
Coba kau buka matamu dan lihatlah kesamping, bahwa ada aku. Ada aku yang selalu berdiri disampingmu. Ada aku yang selalu mensejajarkan langkah kakiku tuk melangkah bersamamu. Ada aku yang selalu dan selalu bersamamu dalam suka maupun duka, tapi mengapa kau masih saja berhubungan dengan wanita itu? Apakah kau masih mencintainya? Tolong kau jawab pertanyaanku! Kau tahu bukan bahwa dia sangatlah bodoh. Sangat bodoh karena tlah mencampakkan mu demi pria lain. Dan sekarang dengan seenaknya saja wanita itu datang dan ingin merebutmu dariku. Padahal ia tahu bahwa kau sekarang adalah milikku. Hanya wanita yang tak tahu malu yang bisa melakukan itu! Dan bahkan sekarang, kau juga ikut bersekongkol dengannya untuk menghancurkan hatiku secara perlahan-lahan. Kau bilang padaku bahwa kau mencintaiku, apakah kau mengatakan hal yang sama pada dirinya, bahwa kau juga mencintainya? Jika tidak mengapa kau masih berhubungan dengannya? Ha? Jawab aku?! Sebenarnya sandiwara apa yang sedang kau mainkan? Aku mohon hentikanlah semua sandiwara ini.
Sayang dengarlah disini kau punya aku. Aku janji takkan mengkhinatimu dan bahkan mencampakkanmu. Aku hanya ingin kau tinggalkan dia. Lupakan dia! Kita akan melangkah bersama dengan sebuah tawa kebahagiaan yang tercipta di antara kita.
Dan untuk kau! Pembius apa yang kau berikan pada kekasihku sehingga dia masih saja memikirkanmu? Kau begitu jahat! Sangat jahat! Kau tlah melukai 2 hati sekaligus. Kau melukai perasaanku dan kekasihmu. Apakah kau tak pernah memikirkan perasaan kekasihmu? Coba buka matamu dan lihatlah bahwa ada seseorang yang sangat mencintaimu selain kekasihku. Kumohon lupakan dia (kekasihku). Ayo berdamailah bersamaku. Biarkan dia menjadi milikku seutuhnya. Dan biarkan aku dan dia tersenyum bahagia tanpa ada yang menghalangi.
Suci Delara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar