Sabtu, 20 Juli 2013

Surat ke 17



Hey… pasti kau sudah sangat bosan ya membaca surat dariku, seharusnya aku tahu bahwa kau sangat tidak menyukai surat dariku. Maaf! Karena aku tlah mengganggu hari-harimu, maaf karena aku selalu membuatmu bosan dengan suratku, maaf karena sudah menjadi parasit untuk mu. Maaf untuk semuanya.

Dan seharusnya aku sadar bahwa kau tak pernah memiliki perasaan yang sama sepertiku. Yasudahlah! Ini salahku yang terlanjur menyukai dirimu. Ohiya sekarang kau tak perlu khawatir lagi karena aku tak akan mengirimu surat (lagi) karena aku juga pun sudah sangatlah bosan. Iya. Bosan menjadi parasit bagimu. Setiap hari aku selalu mengirimi surat tapi kau tak pernah membalas suratku, jangankan membalas membaca saja kau tak pernah, apa karena kau merasa jijik denganku sebab aku menyukai dirimu? Maaf! Karena tlah menyukai dirimu. Jika saja aku tahu seperti ini aku pun tak kan rela membiarkan hati ini memilih dirimu.
Kau membuatku menyukai dirimu dan kau jugalah yang membuatku bosan dengan perasaan ini. Ah sudahlah! Sudah cukup aku bertele-tele disini. Langsung to the point aja lah ya! Intinya sekarang kau tak perlu jenuh lagi karena aku tak kan mengirimu surat lagi ini mungkin surat yang terakhir dariku. Apakah sekarang senang? Ya. Tentu saja kau senang, kalau begitu akupun ikut senang karena aku tak perlu mengahbiskan tenaga ku untuk menulis surat (lagi).

Bahagiakah kau sekarang? Ya, tentu saja kau bahagia karna tak ada lagi yang menjadi parasit buatmu. Bukankah begitu?

Ohya, kau hitung tidak sudah berapa kali aku mengirimi mu surat? Huuh!! Aku memang bodoh. Mana mungkin kau menghitungnya, surat yang slalu kukirimi untukmu kan slalu kau membuangnya, bukan begitu? Kalau kau tidak tahu, aku akan memberi tahumu. Ini adalah surat ke 17 ku untukmu. 17 adalah tanggal dimana pertama kali aku melihatmu waktu aku tak sengaja menabrakmu disebuah perpustakaan. Ingat tidak? Yasudahlah tak usah dipikirkan. Aku berharap kau akan membaca surat ini, dan mungkin saja tiba-tiba kau ingin mengenalku. Yah tapi itu Cuma sebuah harapan kosong ku saja.

Jika kau benar-benar ingin mengenalku, datang saja ke perpustakaan yang sering kau datangi itu. Aku selalu berada disana, karena aku selalu menunggumu J

Dan sekarang bisakah aku mengakhiri pesan ini? Karena tampaknya jariku juga sudah sangat lelah sepertinya dia butuh istrahat. 

Your secret admirer J

Selasa, 16 Juli 2013

Cinta 3 Detik




1…2…3 yap hanya dalam 3 detik aku merasakan sesuatu yang aneh seperti getaran yang sangat dahsyat seakan tak ingin berenti.  Hanya dengan menatap matanya dalam 3 detik ia mampu membuat tubuh ini lemas, lunglai terbuai dalam tatapannya. Seperti sihir dengan 3 detik dia mampu membuat ku terpaku, membisu. Tidak! Itu memang sihir. Ya sihir cinta. Entah mantra apa yang sebenarnya ia bisikan padaku sehingga membuat bayangnya selalu mengitari isi kepalaku. Apakah aku telah jatuh hati padanya? Ya  aku memang telah, telah, dan telah jatuh hati padanya.

Betapa gilanya aku, sampai2 aku mencari tahu semua tentang dirimu. Wah betapa hebatnya dirimu ya! Mampu membuatku begitu tergila akan dirimu. Sungguh, sulit untuk kujelaskan bahwa sebenarnya aku telah jatuh hati padamu semenjak itu, disaat pertama kali aku bertemu denganmu di gazebo tempat favoritmu. Aku ingat itu, dan sampai sekarang pun aku tak kan melupakan suatu kejadian yang dimana kau mulai memantrai ku dengan cinta 3 detik mu itu. mana mungkin kau mengingatku, waktu itu kau hanya menganggapku bagai angina lalu. Betapa sombongnya dirimu, tapi itu yang membuatku tertarik akan dirimu.

Ahhh sudahlah! Sungguh menyebalkan jika harus membahas tentang cinta, karena itu selalu mengingatkanku betapa buruknya diriku yang slalu tergila-gila padamu. Cinta itu menjijikan!

Ohya, aku lupa! Terimakasih atas mantra 3 detik mu itu, itu sungguh mengesankan tapi menyebalkan. Lain kali, kalau kau ingin memantrai ku jangan hanya dalam 3 detik karena itu sangat sebentar.

Aku akan menunggu kau datang dan menyihirku dengan sihir cintamu, oke?! J