Disini! Ya disini aku melumpahkan semua apa yang sedang dialami anak remaja tentang cinta dan persahabatan Hanya sebuah cerita. Hanya sebuah blog biasa
Jumat, 28 Juni 2013
Senin, 17 Juni 2013
Kau mencintaiku dan mencintai wanita itu juga
Marah? Ya tentu saja aku marah. Siapa yang tidak marah jika kekasihnya masih saja berhubungan dengan mantannya. Kau pikir aku manusia yang begitu bodoh sehingga kau dengan mudahnya membohongiku. Mungkin pemikiranmu benar. Aku memang wanita yang bodoh, terlalu bodoh untuk mencintaimu. Tapi aku tak pernah menyesal tlah mencintaimu walau sesering apapun kau melukai hatiku tak pernah sedikitpun merubah persaanku padamu.
Coba kau buka matamu dan lihatlah kesamping, bahwa ada aku. Ada aku yang selalu berdiri disampingmu. Ada aku yang selalu mensejajarkan langkah kakiku tuk melangkah bersamamu. Ada aku yang selalu dan selalu bersamamu dalam suka maupun duka, tapi mengapa kau masih saja berhubungan dengan wanita itu? Apakah kau masih mencintainya? Tolong kau jawab pertanyaanku! Kau tahu bukan bahwa dia sangatlah bodoh. Sangat bodoh karena tlah mencampakkan mu demi pria lain. Dan sekarang dengan seenaknya saja wanita itu datang dan ingin merebutmu dariku. Padahal ia tahu bahwa kau sekarang adalah milikku. Hanya wanita yang tak tahu malu yang bisa melakukan itu! Dan bahkan sekarang, kau juga ikut bersekongkol dengannya untuk menghancurkan hatiku secara perlahan-lahan. Kau bilang padaku bahwa kau mencintaiku, apakah kau mengatakan hal yang sama pada dirinya, bahwa kau juga mencintainya? Jika tidak mengapa kau masih berhubungan dengannya? Ha? Jawab aku?! Sebenarnya sandiwara apa yang sedang kau mainkan? Aku mohon hentikanlah semua sandiwara ini.
Sayang dengarlah disini kau punya aku. Aku janji takkan mengkhinatimu dan bahkan mencampakkanmu. Aku hanya ingin kau tinggalkan dia. Lupakan dia! Kita akan melangkah bersama dengan sebuah tawa kebahagiaan yang tercipta di antara kita.
Dan untuk kau! Pembius apa yang kau berikan pada kekasihku sehingga dia masih saja memikirkanmu? Kau begitu jahat! Sangat jahat! Kau tlah melukai 2 hati sekaligus. Kau melukai perasaanku dan kekasihmu. Apakah kau tak pernah memikirkan perasaan kekasihmu? Coba buka matamu dan lihatlah bahwa ada seseorang yang sangat mencintaimu selain kekasihku. Kumohon lupakan dia (kekasihku). Ayo berdamailah bersamaku. Biarkan dia menjadi milikku seutuhnya. Dan biarkan aku dan dia tersenyum bahagia tanpa ada yang menghalangi.
Suci Delara
Senin, 10 Juni 2013
Mengapa kau pergi dan menghilang begitu saja?
Disini, dikamar ini, di atas kasur ini aku slalu menunggu sms darimu. Setiap hari. Bukan! Tapi setiap detik, seperti orang yang tak berguna yang selalu dan selalu menunggu sms dari mu seperti hari biasanya. Tapi mengapa? Belakangan ini kau tak pernah mengirimi ku pesan singkat (lagi), berbagi cerita denganku, tertawa bersamaku. Kau tampak seperti ingin menjauhiku, sebenarnya apa salahku padamu?
Setiap detik aku selalu menatapi layar handphone yang ku genggam ini, mungkin saja akan ada sms darimu, tapi ternyata perkiraanku salah. Itu hanya sebuah harapan kosong. Bolehkah aku bertanya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padamu melihat kau menghilang dengan begitu saja. Mengapa kau begitu jahat padaku? Kau membuatku secara perlahan-lahan menyukai dirimu dan akhirnya kau campakkan perasaanku. Begitu kejamnya perlakuanmu terhadap perasaanku, tapi mengapa aku masih saja menunggumu? Kembalilah! Sms aku. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Tentang aku yang mulai jatuh cinta padamu, tentang hatiku yang hancur saat kau meninggalkan diriku dan tidak mau bertanggung jawab terhadap perasaan ini. Ayolah kembali. Aku mohon. Bukankah kau menginginkan hatiku? Aku tlah memberikannya untukmu, tapi mengapa kau masih tak ingin kembali?
Bolehkah sekali lagi aku menanyakan hal yang sama padamu?
Mengapa kau pergi meninggalkanku dengan perasaan ini? Apakah kau pergi meninggalkanku karena kau telah menemukan wanita yang lebih cantik dariku? Ataukah karena kau tlah menemukan wanita yang lebih bisa memahami apa yang sebenarnya kau inginkan? Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaan mu. Aku benci dengan kata 'menunggu'. Satu kata yang membosankan, satu kata yang membuat diriku seperti orang bodoh. Mengapa kata menunggu itu harus terjadi pada diriku?!
Tuhan, jika aku dan dia harus terpisahkan dengan begini menyakitkannya mengapa kau mempertemukan kami?
Tuhan apakah kau mendengarku? Aku begitu menyukai dirinya, dan aku begitu mencintainya setelah dirimu Tuhan. Aku mohon berikan aku kebahagiaan. Aku jenuh dengan kesendirian Tuhan. Dan di saat dia datang aku mulai merasa bahagia, dan disaat itulah aku mulai merasakan getaran aneh yang akhirnya berubah menjadi cinta. Tuhan kau benar. Cinta itu indah tapi menyakitkan.
Tuhan, aku memohon sekali lagi padamu bawa dia kembali padku, biarkan dia memberiku kebahagiaan dan cinta setelah cinta dari mu Tuhan:')
Setiap detik aku selalu menatapi layar handphone yang ku genggam ini, mungkin saja akan ada sms darimu, tapi ternyata perkiraanku salah. Itu hanya sebuah harapan kosong. Bolehkah aku bertanya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padamu melihat kau menghilang dengan begitu saja. Mengapa kau begitu jahat padaku? Kau membuatku secara perlahan-lahan menyukai dirimu dan akhirnya kau campakkan perasaanku. Begitu kejamnya perlakuanmu terhadap perasaanku, tapi mengapa aku masih saja menunggumu? Kembalilah! Sms aku. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Tentang aku yang mulai jatuh cinta padamu, tentang hatiku yang hancur saat kau meninggalkan diriku dan tidak mau bertanggung jawab terhadap perasaan ini. Ayolah kembali. Aku mohon. Bukankah kau menginginkan hatiku? Aku tlah memberikannya untukmu, tapi mengapa kau masih tak ingin kembali?
Bolehkah sekali lagi aku menanyakan hal yang sama padamu?
Mengapa kau pergi meninggalkanku dengan perasaan ini? Apakah kau pergi meninggalkanku karena kau telah menemukan wanita yang lebih cantik dariku? Ataukah karena kau tlah menemukan wanita yang lebih bisa memahami apa yang sebenarnya kau inginkan? Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaan mu. Aku benci dengan kata 'menunggu'. Satu kata yang membosankan, satu kata yang membuat diriku seperti orang bodoh. Mengapa kata menunggu itu harus terjadi pada diriku?!
Tuhan, jika aku dan dia harus terpisahkan dengan begini menyakitkannya mengapa kau mempertemukan kami?
Tuhan apakah kau mendengarku? Aku begitu menyukai dirinya, dan aku begitu mencintainya setelah dirimu Tuhan. Aku mohon berikan aku kebahagiaan. Aku jenuh dengan kesendirian Tuhan. Dan di saat dia datang aku mulai merasa bahagia, dan disaat itulah aku mulai merasakan getaran aneh yang akhirnya berubah menjadi cinta. Tuhan kau benar. Cinta itu indah tapi menyakitkan.
Tuhan, aku memohon sekali lagi padamu bawa dia kembali padku, biarkan dia memberiku kebahagiaan dan cinta setelah cinta dari mu Tuhan:')
Sabtu, 08 Juni 2013
Kebahagiaan Dalam Mimpi
Mimpi hanyalah bunga tidur yang begitu indah. Terkadang mimpi mampu membius seseorang, membuatnya terus tertidur dan merasakan indahnya dunia mimpi. Seperti aku yang selalu hidup dalam dunia mimpi. Mimpi mampu membius dan memanjakanku. Mimpi mampu membuatku bagaikan seorang putri dari singgasana yang megah.
Aku lebih tertarik hidup dalam dunia mimpi sebab karenanya aku mampu menggenggam semua jemari-jemari indah tanganmu, karenanya aku bisa mensejajarkan langkah kaki ku tuk melangkah bersamamu, karenanya aku bisa merasakan setiap rintik hujan yang turun dan menikmatinya bersamamu, karenanya aku bisa mendapatkan seulas senyuman indah dari bibir manismu, karenanya disetiap saat aku bisa berada disampingmu, dan karenanya aku menjadi seseorang yang begitu sempurna. Dalam mimpi aku bisa memiliki semuanya, sedang dunia nyata? Kau tampak asing bagiku.
Tuhan biarkanlah aku sedikit merasakan indahnya kebahagiaan, aku ingin bahagia dan kebahagiaanku hanya ada didalam mimpi. Aku mohon Tuhan jangan bangunkan aku. Biarkan aku tidur.
Ragaku memang berada dalam dunia nyata tapi jiwaku berada dalam dunia mimpi. Aku tampak begitu menyedihkan Tuhan, yang selalu memilikinya dalam angan dan bayanganku, tapi itulah kebahagiaanku Tuhan
Suci Delara
Langganan:
Postingan (Atom)










