Disini! Ya disini aku melumpahkan semua apa yang sedang dialami anak remaja tentang cinta dan persahabatan Hanya sebuah cerita. Hanya sebuah blog biasa
Sabtu, 12 Oktober 2013
Rabu, 09 Oktober 2013
Kau dan Andromeda
Sekali lagi aku menatap bintang sembari memandangi sebuah lembaran foto. Wajahnya yang meneduhkan hati. Membuat tenang seperti menatap bintang. Dia. Ya lelaki itu. Dia selalu saja begitu, membiarkanku merindu dalam kesepian, membuatku seperti ini, menulis semua tentangnya. Dia memang berhasil membuatku menjadi seorang penulis. Berhasil membuatku menciptakan sebuah buku yang hanya berisi tentangnya.
Dalam diampun aku masih ternyum sendiri selalu membayangkan tingkahnya, senyuman andalannya, dan...... Argghh!! Lelaki itu memang selalu bisa membuatku seperti ini. Begitulah dia. Selalu mempunyai cara membuatku merasa merindu.
Dan sekali lagi aku masih menatap Andromeda. Rasi bintang yang sangat terang. Cahayanya mampu meredakan rinduku, seakan mampu mendengarkan ceritaku tentang dia. Dan sekarang seakan Andromeda sedang mengukir senyum manisnya padaku. Seperti saat dia tersenyum manis padaku.
Dia benar-benar mirip seperti Andromeda!
Dalam diampun aku masih ternyum sendiri selalu membayangkan tingkahnya, senyuman andalannya, dan...... Argghh!! Lelaki itu memang selalu bisa membuatku seperti ini. Begitulah dia. Selalu mempunyai cara membuatku merasa merindu.
Dan sekali lagi aku masih menatap Andromeda. Rasi bintang yang sangat terang. Cahayanya mampu meredakan rinduku, seakan mampu mendengarkan ceritaku tentang dia. Dan sekarang seakan Andromeda sedang mengukir senyum manisnya padaku. Seperti saat dia tersenyum manis padaku.
Dia benar-benar mirip seperti Andromeda!
Minggu, 18 Agustus 2013
Ketika Hujan Turun
Jantungku mulai berdegup sangat cepat.
Bagaimana tidak? Aku berjalan bersamanya dibawah payung yang sama.
Apa ini? Mengapa hanya menatap matanya saja aku seperti membatu
Apa ini? Mengapa hanya menatap matanya saja aku seperti membatu
Awan bergulung dilangit kota,
siang itu. membuat hawa panas kota menjadi teduh. Bunyi bergemuruh bergema dari
langit. Aku berjalan menuju halte bus terdekat. Tak lama setibanya dihalte bus
aku duduk dibesi panjang dihalte bus itu. Aroma sedap tanah bercampur air hujan
menyusuri indra penciumanku. Sesekali aku mengedarkan pandanganku ke sekitar.
Aku tersadar bahwa ada sosok pria yang duduk dibangku yang kutempati juga.
Tampak ia sedang mendengarkan lagu dari gadget
melalui earphone nya. Lelaki itu memejamkan matanya. Tertidurkah ia? Tidak,
ia hanya menikmatai lagu yang ia dengarkan. Aku tersadar ketika lelaki itu
beranjak pergi meninggalkan halte bus dan segera memasuki bus reyot. Ohh tidak,
ternyata aku terlampau lama memperhatikannya.
Saat itulah pertama kali aku melihat lelaki itu, dan saat itu rintik hujanpun turun membasahi bumi.
Saat itulah pertama kali aku melihat lelaki itu, dan saat itu rintik hujanpun turun membasahi bumi.
------
Saat pelajaran sekolahku usai.
Aku merogoh – rogoh tasku mencari sesuatu yang sekarang benar-benar aku
butuhkan, tapi hasilnya nihil. “astaga bagaimana
aku bisa aku melupakannya!” ucapku
geram. Orang-orang berlalu lalang didepanku, mereka beranjak pulang. Keadaan
disekitarku semakin sepi. Dan saat aku benar-benar membutuhkan bantuan lelaki
itu (lelaki yang kemarin aku temui di halte bus) datang menawariku tumpangan
payung. Aneh, jantungku mulai berdegup sangat cepat, bagaimana tidak? Aku
berjalan bersamanya dibawah payung yang sama. Dan sekarang aku bisa menatap
mata indahnya. Apa ini? Mengapa hanya menatap matanya saha aku seperti membatu.
Tatapannya sangat tajam. Aku selalu ingin berjalan bersama orang yang aku
sayang dibawah payung yang sama…… suatu saat nanti.
Dan apakah orang itu dia?
Entahlah……
Dan saat itu hujan turun lagi membawa sebuah cerita
Dan apakah orang itu dia?
Entahlah……
Dan saat itu hujan turun lagi membawa sebuah cerita
-------
Setelah kejadian itu aku dan dia
sudah sangatlah dekat. Dan aku mempunyai sedikit harapan. Dan saat itu saat
kita tengah asyik menikmati hujan turun. Tiba-tiba seorang wanita asing datang
dan mengaku sebagai kekasihnya. Rasanya aku baru saja terbang tinggi dan
tiba-tiba kau menjatuhkanku. Seketika
beribu-ribu jarum menusukku. Rasa sakit yang sangat dahsyat menghantamku. Saat
itu juga air mata ini ingin meluap seketika, aku ingin menangis sejadi-jadinya.
Tapi niat ku untuk menangis ku urungkan. Yang benar saja? Untuk apa aku
menangisinya sedang ia tak pernah menjadi milikku. Aku tak ingin bersikap bodoh
didepannya.. Apakah aku sudah benar-benar jatuh hati padanya? Sepertinya iya.
Aku tlah menyimpan perasaan padanya bukan perasaan kagum diawal aku melihatnya.
Saat kau ingin pergi bersamanya dan meninggalkan ku sendiri ditempat itu. kau
bilang bahwa besok kau akan datang menemui ku lagi, tapi entah mengapa bahwa
‘besok’ itu tak kan pernah ada
Dan sekarang rintik hujanpun turun berangsur-angsur membasahi bumi.
Dan sekarang rintik hujanpun turun berangsur-angsur membasahi bumi.
-------
Aku kembali mengedarkan
pandanganku ke sekitarku. Mencari sesosok lelaki itu, berharap bahwa dia ada
disana. Tapi itu Cuma harapanku saja. Lelaki itu sudah tak ada, tak ada lagi
dia yang duduk menikmati hujan sembari mendengarkan lagu. tak ada lagi dia yang
menawariku payung. tak ada lagi dia yang selalu menikmati hujan bersamaku. Aku
tersadar, kemarin hanyalah kebahagiaan sesat yang Tuhan berikan padaku. Ya
hanya sesaat. Mengingat kejadian itu buliran air mata jatuh (lagi) membasahi
kedua pipiku. Entah sudah yang keberapa kali aku menangis untuknya.
Entah mengapa aku merasa
kehilangan. Ini bukan seperti aku merasa
kehilangan payungku. Ini beda. Aku merasakan ada sesuatu yang hilang
dariku. Sesuatu yang seperti dirampas secara paksa. Sosok yang begitu special.
Cintakah?
Aku tak pernah memilikinya tapi aku begitu kehilangan dirinya. Wajarkah itu?
Sepertinya aku harus melupakan bayangnya. Menikmati hujan sendiri dan berjalan dibawah payung sendiri (lagi) seperti sebelum lelaki itu masuk dalam kehidupanku.
Dan kali ini hujan turun membawa kisah yang berbeda.
Aku tak pernah memilikinya tapi aku begitu kehilangan dirinya. Wajarkah itu?
Sepertinya aku harus melupakan bayangnya. Menikmati hujan sendiri dan berjalan dibawah payung sendiri (lagi) seperti sebelum lelaki itu masuk dalam kehidupanku.
Dan kali ini hujan turun membawa kisah yang berbeda.
Sabtu, 20 Juli 2013
Surat ke 17
Hey… pasti kau sudah sangat bosan ya membaca surat dariku,
seharusnya aku tahu bahwa kau sangat tidak menyukai surat dariku. Maaf! Karena aku
tlah mengganggu hari-harimu, maaf karena aku selalu membuatmu bosan dengan
suratku, maaf karena sudah menjadi parasit untuk mu. Maaf untuk semuanya.
Dan seharusnya aku sadar bahwa kau tak pernah memiliki
perasaan yang sama sepertiku. Yasudahlah! Ini salahku yang terlanjur menyukai
dirimu. Ohiya sekarang kau tak perlu khawatir lagi karena aku tak akan
mengirimu surat (lagi) karena aku juga pun sudah sangatlah bosan. Iya. Bosan
menjadi parasit bagimu. Setiap hari aku selalu mengirimi surat tapi kau tak
pernah membalas suratku, jangankan membalas membaca saja kau tak pernah, apa
karena kau merasa jijik denganku sebab aku menyukai dirimu? Maaf! Karena tlah
menyukai dirimu. Jika saja aku tahu seperti ini aku pun tak kan rela membiarkan
hati ini memilih dirimu.
Kau membuatku menyukai dirimu dan kau jugalah yang membuatku
bosan dengan perasaan ini. Ah sudahlah! Sudah cukup aku bertele-tele disini. Langsung
to the point aja lah ya! Intinya sekarang
kau tak perlu jenuh lagi karena aku tak kan mengirimu surat lagi ini mungkin
surat yang terakhir dariku. Apakah sekarang senang? Ya. Tentu saja kau senang,
kalau begitu akupun ikut senang karena aku tak perlu mengahbiskan tenaga ku
untuk menulis surat (lagi).
Bahagiakah kau sekarang? Ya, tentu saja kau bahagia karna tak
ada lagi yang menjadi parasit buatmu. Bukankah begitu?
Ohya, kau hitung tidak sudah berapa kali aku mengirimi mu
surat? Huuh!! Aku memang bodoh. Mana mungkin kau menghitungnya, surat yang
slalu kukirimi untukmu kan slalu kau membuangnya, bukan begitu? Kalau kau tidak
tahu, aku akan memberi tahumu. Ini adalah surat ke 17 ku untukmu. 17 adalah
tanggal dimana pertama kali aku melihatmu waktu aku tak sengaja menabrakmu
disebuah perpustakaan. Ingat tidak? Yasudahlah tak usah dipikirkan. Aku
berharap kau akan membaca surat ini, dan mungkin saja tiba-tiba kau ingin
mengenalku. Yah tapi itu Cuma sebuah harapan kosong ku saja.
Jika kau benar-benar ingin mengenalku, datang saja ke
perpustakaan yang sering kau datangi itu. Aku selalu berada disana, karena aku
selalu menunggumu J
Dan sekarang bisakah aku mengakhiri pesan ini? Karena tampaknya jariku juga sudah sangat lelah sepertinya dia butuh istrahat.
Your secret admirer J
Selasa, 16 Juli 2013
Cinta 3 Detik
1…2…3 yap hanya dalam 3 detik aku merasakan sesuatu yang aneh seperti getaran yang sangat dahsyat seakan tak ingin berenti. Hanya dengan menatap matanya dalam 3 detik ia mampu membuat tubuh ini lemas, lunglai terbuai dalam tatapannya. Seperti sihir dengan 3 detik dia mampu membuat ku terpaku, membisu. Tidak! Itu memang sihir. Ya sihir cinta. Entah mantra apa yang sebenarnya ia bisikan padaku sehingga membuat bayangnya selalu mengitari isi kepalaku. Apakah aku telah jatuh hati padanya? Ya aku memang telah, telah, dan telah jatuh hati padanya.
Betapa gilanya aku, sampai2 aku mencari tahu semua tentang dirimu. Wah betapa hebatnya dirimu ya! Mampu membuatku begitu tergila akan dirimu. Sungguh, sulit untuk kujelaskan bahwa sebenarnya aku telah jatuh hati padamu semenjak itu, disaat pertama kali aku bertemu denganmu di gazebo tempat favoritmu. Aku ingat itu, dan sampai sekarang pun aku tak kan melupakan suatu kejadian yang dimana kau mulai memantrai ku dengan cinta 3 detik mu itu. mana mungkin kau mengingatku, waktu itu kau hanya menganggapku bagai angina lalu. Betapa sombongnya dirimu, tapi itu yang membuatku tertarik akan dirimu.
Ahhh sudahlah! Sungguh menyebalkan jika harus membahas tentang cinta, karena itu selalu mengingatkanku betapa buruknya diriku yang slalu tergila-gila padamu. Cinta itu menjijikan!
Ohya, aku lupa! Terimakasih atas mantra 3 detik mu itu, itu sungguh mengesankan tapi menyebalkan. Lain kali, kalau kau ingin memantrai ku jangan hanya dalam 3 detik karena itu sangat sebentar.
Aku akan menunggu kau datang dan menyihirku dengan sihir cintamu, oke?! J
Jumat, 28 Juni 2013
Senin, 17 Juni 2013
Kau mencintaiku dan mencintai wanita itu juga
Marah? Ya tentu saja aku marah. Siapa yang tidak marah jika kekasihnya masih saja berhubungan dengan mantannya. Kau pikir aku manusia yang begitu bodoh sehingga kau dengan mudahnya membohongiku. Mungkin pemikiranmu benar. Aku memang wanita yang bodoh, terlalu bodoh untuk mencintaimu. Tapi aku tak pernah menyesal tlah mencintaimu walau sesering apapun kau melukai hatiku tak pernah sedikitpun merubah persaanku padamu.
Coba kau buka matamu dan lihatlah kesamping, bahwa ada aku. Ada aku yang selalu berdiri disampingmu. Ada aku yang selalu mensejajarkan langkah kakiku tuk melangkah bersamamu. Ada aku yang selalu dan selalu bersamamu dalam suka maupun duka, tapi mengapa kau masih saja berhubungan dengan wanita itu? Apakah kau masih mencintainya? Tolong kau jawab pertanyaanku! Kau tahu bukan bahwa dia sangatlah bodoh. Sangat bodoh karena tlah mencampakkan mu demi pria lain. Dan sekarang dengan seenaknya saja wanita itu datang dan ingin merebutmu dariku. Padahal ia tahu bahwa kau sekarang adalah milikku. Hanya wanita yang tak tahu malu yang bisa melakukan itu! Dan bahkan sekarang, kau juga ikut bersekongkol dengannya untuk menghancurkan hatiku secara perlahan-lahan. Kau bilang padaku bahwa kau mencintaiku, apakah kau mengatakan hal yang sama pada dirinya, bahwa kau juga mencintainya? Jika tidak mengapa kau masih berhubungan dengannya? Ha? Jawab aku?! Sebenarnya sandiwara apa yang sedang kau mainkan? Aku mohon hentikanlah semua sandiwara ini.
Sayang dengarlah disini kau punya aku. Aku janji takkan mengkhinatimu dan bahkan mencampakkanmu. Aku hanya ingin kau tinggalkan dia. Lupakan dia! Kita akan melangkah bersama dengan sebuah tawa kebahagiaan yang tercipta di antara kita.
Dan untuk kau! Pembius apa yang kau berikan pada kekasihku sehingga dia masih saja memikirkanmu? Kau begitu jahat! Sangat jahat! Kau tlah melukai 2 hati sekaligus. Kau melukai perasaanku dan kekasihmu. Apakah kau tak pernah memikirkan perasaan kekasihmu? Coba buka matamu dan lihatlah bahwa ada seseorang yang sangat mencintaimu selain kekasihku. Kumohon lupakan dia (kekasihku). Ayo berdamailah bersamaku. Biarkan dia menjadi milikku seutuhnya. Dan biarkan aku dan dia tersenyum bahagia tanpa ada yang menghalangi.
Suci Delara
Senin, 10 Juni 2013
Mengapa kau pergi dan menghilang begitu saja?
Disini, dikamar ini, di atas kasur ini aku slalu menunggu sms darimu. Setiap hari. Bukan! Tapi setiap detik, seperti orang yang tak berguna yang selalu dan selalu menunggu sms dari mu seperti hari biasanya. Tapi mengapa? Belakangan ini kau tak pernah mengirimi ku pesan singkat (lagi), berbagi cerita denganku, tertawa bersamaku. Kau tampak seperti ingin menjauhiku, sebenarnya apa salahku padamu?
Setiap detik aku selalu menatapi layar handphone yang ku genggam ini, mungkin saja akan ada sms darimu, tapi ternyata perkiraanku salah. Itu hanya sebuah harapan kosong. Bolehkah aku bertanya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padamu melihat kau menghilang dengan begitu saja. Mengapa kau begitu jahat padaku? Kau membuatku secara perlahan-lahan menyukai dirimu dan akhirnya kau campakkan perasaanku. Begitu kejamnya perlakuanmu terhadap perasaanku, tapi mengapa aku masih saja menunggumu? Kembalilah! Sms aku. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Tentang aku yang mulai jatuh cinta padamu, tentang hatiku yang hancur saat kau meninggalkan diriku dan tidak mau bertanggung jawab terhadap perasaan ini. Ayolah kembali. Aku mohon. Bukankah kau menginginkan hatiku? Aku tlah memberikannya untukmu, tapi mengapa kau masih tak ingin kembali?
Bolehkah sekali lagi aku menanyakan hal yang sama padamu?
Mengapa kau pergi meninggalkanku dengan perasaan ini? Apakah kau pergi meninggalkanku karena kau telah menemukan wanita yang lebih cantik dariku? Ataukah karena kau tlah menemukan wanita yang lebih bisa memahami apa yang sebenarnya kau inginkan? Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaan mu. Aku benci dengan kata 'menunggu'. Satu kata yang membosankan, satu kata yang membuat diriku seperti orang bodoh. Mengapa kata menunggu itu harus terjadi pada diriku?!
Tuhan, jika aku dan dia harus terpisahkan dengan begini menyakitkannya mengapa kau mempertemukan kami?
Tuhan apakah kau mendengarku? Aku begitu menyukai dirinya, dan aku begitu mencintainya setelah dirimu Tuhan. Aku mohon berikan aku kebahagiaan. Aku jenuh dengan kesendirian Tuhan. Dan di saat dia datang aku mulai merasa bahagia, dan disaat itulah aku mulai merasakan getaran aneh yang akhirnya berubah menjadi cinta. Tuhan kau benar. Cinta itu indah tapi menyakitkan.
Tuhan, aku memohon sekali lagi padamu bawa dia kembali padku, biarkan dia memberiku kebahagiaan dan cinta setelah cinta dari mu Tuhan:')
Setiap detik aku selalu menatapi layar handphone yang ku genggam ini, mungkin saja akan ada sms darimu, tapi ternyata perkiraanku salah. Itu hanya sebuah harapan kosong. Bolehkah aku bertanya? Banyak sekali pertanyaan yang ingin ku lontarkan padamu melihat kau menghilang dengan begitu saja. Mengapa kau begitu jahat padaku? Kau membuatku secara perlahan-lahan menyukai dirimu dan akhirnya kau campakkan perasaanku. Begitu kejamnya perlakuanmu terhadap perasaanku, tapi mengapa aku masih saja menunggumu? Kembalilah! Sms aku. Banyak sekali yang ingin ku ceritakan padamu. Tentang aku yang mulai jatuh cinta padamu, tentang hatiku yang hancur saat kau meninggalkan diriku dan tidak mau bertanggung jawab terhadap perasaan ini. Ayolah kembali. Aku mohon. Bukankah kau menginginkan hatiku? Aku tlah memberikannya untukmu, tapi mengapa kau masih tak ingin kembali?
Bolehkah sekali lagi aku menanyakan hal yang sama padamu?
Mengapa kau pergi meninggalkanku dengan perasaan ini? Apakah kau pergi meninggalkanku karena kau telah menemukan wanita yang lebih cantik dariku? Ataukah karena kau tlah menemukan wanita yang lebih bisa memahami apa yang sebenarnya kau inginkan? Maafkan aku yang kurang peka terhadap perasaan mu. Aku benci dengan kata 'menunggu'. Satu kata yang membosankan, satu kata yang membuat diriku seperti orang bodoh. Mengapa kata menunggu itu harus terjadi pada diriku?!
Tuhan, jika aku dan dia harus terpisahkan dengan begini menyakitkannya mengapa kau mempertemukan kami?
Tuhan apakah kau mendengarku? Aku begitu menyukai dirinya, dan aku begitu mencintainya setelah dirimu Tuhan. Aku mohon berikan aku kebahagiaan. Aku jenuh dengan kesendirian Tuhan. Dan di saat dia datang aku mulai merasa bahagia, dan disaat itulah aku mulai merasakan getaran aneh yang akhirnya berubah menjadi cinta. Tuhan kau benar. Cinta itu indah tapi menyakitkan.
Tuhan, aku memohon sekali lagi padamu bawa dia kembali padku, biarkan dia memberiku kebahagiaan dan cinta setelah cinta dari mu Tuhan:')
Sabtu, 08 Juni 2013
Kebahagiaan Dalam Mimpi
Mimpi hanyalah bunga tidur yang begitu indah. Terkadang mimpi mampu membius seseorang, membuatnya terus tertidur dan merasakan indahnya dunia mimpi. Seperti aku yang selalu hidup dalam dunia mimpi. Mimpi mampu membius dan memanjakanku. Mimpi mampu membuatku bagaikan seorang putri dari singgasana yang megah.
Aku lebih tertarik hidup dalam dunia mimpi sebab karenanya aku mampu menggenggam semua jemari-jemari indah tanganmu, karenanya aku bisa mensejajarkan langkah kaki ku tuk melangkah bersamamu, karenanya aku bisa merasakan setiap rintik hujan yang turun dan menikmatinya bersamamu, karenanya aku bisa mendapatkan seulas senyuman indah dari bibir manismu, karenanya disetiap saat aku bisa berada disampingmu, dan karenanya aku menjadi seseorang yang begitu sempurna. Dalam mimpi aku bisa memiliki semuanya, sedang dunia nyata? Kau tampak asing bagiku.
Tuhan biarkanlah aku sedikit merasakan indahnya kebahagiaan, aku ingin bahagia dan kebahagiaanku hanya ada didalam mimpi. Aku mohon Tuhan jangan bangunkan aku. Biarkan aku tidur.
Ragaku memang berada dalam dunia nyata tapi jiwaku berada dalam dunia mimpi. Aku tampak begitu menyedihkan Tuhan, yang selalu memilikinya dalam angan dan bayanganku, tapi itulah kebahagiaanku Tuhan
Suci Delara
Sabtu, 18 Mei 2013
Love Rain♥
Hujan... entah mengapa hujan selalu membuat hatiku tenang. aku suka hujan karena cuma mengerti aku. mengerti aku saat hati ini sedang sedih, hujan datang dan membuatnya tanang. hujan mengerti aku saat aku ingin menangis, hujan mampu menutupi tangisanku. Dan hujan juga bisa mengerti aku saat aku rindu sekali padanya. Hujan selalu mengingatkanku padanya. Saat aku dan dia menikmati huja. Disetiap titik air hujan yang turun slalu tersimpan kenangan yang indah. Sekarang hujan kembali datang dan membawa setiap titik air hujan. Aku suka hujan, dia suka hujan, dan kami selalu menyukai hujan. Hujan slalu mengerti aku dan slalu mengobati rinduku padanya. Dan hujan turun slalu membawa berkah
Love Rain♥
Selasa, 14 Mei 2013
MEMORY KITA
Hari terus berganti, waktu terus
berjalan. Tak ada yang berubah, dan tak akan ada yang pernah bisa merubah. Kan
kubiarkan otak ini terus memutar memori kita. Semua cerita duka, bahagia,
maupun suka selalu kuputar dengan di iringi alunan music yang seakan bisa
membuat hati ini terlelap dengan cepatnya. Di manapun kau berada suatu saat
nanti Kau tak perlu takut, cemas, khawatir karena aku akan selalu mengukir
garis senyum di bibirmu. Hari ini. Waktu ini adalah milik kita. Tak kubiarkan
mereka merusaknya. Saatnya kita mengenang kembali semua yang pernah terjadi.
Ayolah. Sekarang waktunya.
Menangislah. Karena saat ini memang waktunya tuk menangis. Tak usah kau pendam.
Tak akan ada yang menertawaimu sahabatku. Dengarlah bahwa perpisahan ini
bukanlah akhir dari persahabatan kita. Biarkan memorimu bergerak aktif jangan
biarkan dia mati. karena aku akan selalu ada didalamnya. Berbagai macam cerita
telah kita lalui. Wahai sahabat dengarlah bahwa aku akan selalu hidup. Hidup di
dalam memorimu:’)
-Suci Delara-
Langganan:
Postingan (Atom)
















