Hei
kamu. Iya kamu. Kamu yang sekarang aku gatau lagi ada dimana. Coba deh sini
kamu baca ini, disini aku mengutarakan seluruh isi hatiku yang sudah lama ini
membuat dadaku sesak sakali. Kamu tahu tidak bahwa aku sangat merindukanmu .
Iya rindu. Sangat rindu. Rinduku ini sudah sangat akut. Sudah setaun ini aku
tidak pernah melihatmu lagi. Kau tahu? Dadaku slalu sesak saat aku mengingatmu
dan rasanya ingin meledak. Aku tak dapat mengontrolnya. Coba katakana padaku
bagaimana cara mengontrol rindu yang sebentar lagi akan meledak. Ayo coba
katakana padaku. Tidak bisakah kau? Begitu juga dengan aku. Kau tahu bahwa aku
merindukanmu. Benar-benar merindukanmu.
Aku
merindukanmu…….. ketika pertama kali kita bertemu.
Aku merindukanmu…….. saat aku selalu melihatmu dari kejauhan.
Aku menrindukanmu…… saa pertama kali kau menyapaku, kau tahu aku begitu senang sehingga membuat tubuh ini begitu lemas.
Aku merindukanmu….. ketika kita saling bertukar nomor handphone.
Aku merindukanmu….. ketika aku melihat pertandingan basket mu.
Aku merindukanmu….. saat kau bercanda gurau denganku saat disawah, itu sangat mengasyikan. Ingin rasanya waktu berhenti seketika.
Aku merindukanmu….. ketika aku memandangimu dari jauh ketika kau sedang latihan silat. Itu sangat mempesona, dan jelas-jelas membuktikan kau adalah lelaki yang jantan.
Aku merindukanmu….. saat kau mengingatkanku untuk melakukan kewajibanku sebagai umat muslim. Aku tahu kita berbeda agama tapi bagiku tak masalah, kau selalu mengingatkan ku untuk sholat dan begitupun aku selalu mengingatkanmu untuk bersembahyang di pure.
Aku merindukanmu….. ketika kita saling beradu gombal, kau ingat? Saat itu aku kalah dan aku harus mentraktirmu. Begitu menyebalkan tapi asyik
Aku merindukanmu….. saat kita selalu bersama. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.
Aku merindukanmu…….. saat aku selalu melihatmu dari kejauhan.
Aku menrindukanmu…… saa pertama kali kau menyapaku, kau tahu aku begitu senang sehingga membuat tubuh ini begitu lemas.
Aku merindukanmu….. ketika kita saling bertukar nomor handphone.
Aku merindukanmu….. ketika aku melihat pertandingan basket mu.
Aku merindukanmu….. saat kau bercanda gurau denganku saat disawah, itu sangat mengasyikan. Ingin rasanya waktu berhenti seketika.
Aku merindukanmu….. ketika aku memandangimu dari jauh ketika kau sedang latihan silat. Itu sangat mempesona, dan jelas-jelas membuktikan kau adalah lelaki yang jantan.
Aku merindukanmu….. saat kau mengingatkanku untuk melakukan kewajibanku sebagai umat muslim. Aku tahu kita berbeda agama tapi bagiku tak masalah, kau selalu mengingatkan ku untuk sholat dan begitupun aku selalu mengingatkanmu untuk bersembahyang di pure.
Aku merindukanmu….. ketika kita saling beradu gombal, kau ingat? Saat itu aku kalah dan aku harus mentraktirmu. Begitu menyebalkan tapi asyik
Aku merindukanmu….. saat kita selalu bersama. Aku merindukanmu. Sangat merindukanmu.
Setalah
lulus smp. Kau dan aku sibuk akan kehidupan kita masing-masing. Lostcontact itulah yang terjadi diantara
kita. Kau sudah mendapat kehidupan
baru begitupun aku sebaliknya. Tak ada lagi komunikasi antara kita. Sampai
detik ini pun aku tak pernah mendengar kabar tentangmu lagi. Aku selalu
berusaha mencari tau tentangmu tapi tak jua kudapatkan. Aku selalu berpikir ‘pasti disekolah barumu kau sangat bahagia
karena mendapatkan teman baru dan mungkin juga orang special. Dan bahkan
mungkin kau sudah melupakanku’ Padahal kita masih satu wilayah, satu
daerah, tapi mengapa bertemu dengan sungguh sulit? Bagaikan mencari jarum
didalam tumpukan jerami. Aneh tapi nyata! Walau tak ada hubungan yang ‘special’ diantara kita tapi aku sangat senang
mengenalmu. Mengapa merindumu begitu menyakitkan? Membuat dadaku sakit dan
rasanya BOOOMMM ingin meledak seketika. Hufft aku selalu benci saat aku selalu
merindukanmu. Mungkinkah kau juga merasakan hal yang sama sepertiku? Ya,
mudah-mudahan saja kau juga merindukanku :’)
Semoga
dan semoga kita bisa bertemu lagi seperti setaun silam:’) {} x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar